Minggu, 11 Desember 2016

Asal Mula Filsafat



Beberapa hal yang melahirkan seseorang berfilsafat, yaitu:
a.       Ketakjuban (Thaumasia)
Ketakjuban atau kekaguman, keheranan pada objek disekitarnya. Ketakjuban hanya mungkin dialami oleh makhluk yang berakal budi. Dari ketakjuban menurut Aristoteles adalah awal manusia berpikir. Objek ketakjuban terbatas pada objek yang bisa ditangkap oleh indera manusia termasuk akal budi.
b.      Ketidakpastian
Penjelasan peristiwa serta sifat-sifatnya yang terjadi di alam pada mulanya didasarkan pada mitos yang irasional. Kemudian orang mulai tidak puas dan mencari penjelasan yang lebih pasti dan menyakinkan. Manusia mulai menggunakan rasio (akal) untuk bisa menjelaskan peristiwa dan sifat alam tersebut. Penjelasan dengan rasio/akal budi melahirkan filsafat.
c.       Hasrat Ingin Tahu
Ketakjuban manusia telah melahirkan pertanyaan-pertanyaan dan ketidakpuasan untuk memahami. Kesemuanya membuat ingin tahu dan mulai melakukan pengamatan, penyelidikan, penelitian. Keingintahuan tidak hanya pada wujudnya saja, tetapi juga terarah pada dasar dan hakikatnya. Keingintahuan juga lebih luas sampai manusia puas akan apa/objek yang ingin diketahui.
d.      Keraguan (Skeptis)
Keraguan adalah awal orang ingin bertanya, kemudian mencari penjelasan yang benar. Keraguan bila disertai hasrat ingin tahu, membuat manusia berpikir sampai akhirnya mendapatkan kejelasan dan memahami objek alam yang diragukan.
e.       Berpikir Radikal
Artinya berpikir secara mendalam, untuk mencapai akar persoalan yang dipermasalahkan. Berpikir radikal justru hendak memperjelas realitas. Lewat penemuan seta pemahaman akan keseluruhan realitas itu sendiri.
f.       Mencari Asas
Artinya berusaha menemukan sesuatu yang menjadi esensi realitas. Asas yang paling hakiki dari keseluruhan realitas. Pemikiran filsafat menyangkut pengalaman umum manusia dan bersifat universal.
g.      Memburu Kebenaran
Sifat dasar filsafat adalah memburu kebenaran yang baru, yang lebih pasti.
h.      Mencari Kejelasan
Salah satu munculnya filsafat karena adanya keraguan.
i.        Berikir Rasional
Berpikir secara radikal, mencari asas, memburu kebenaran dan mencari kejelasan tidak mungkin terjadi tanpa berpikir rasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar