Sabtu, 17 Desember 2016

Prinsip-prinsip dan tujuan belajar siswa



Prinsip-prinsip dan tujuan belajar siswa 

Belajar pada hakikatnya adalah suatu proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu siswa. Belajar dapat dipandang sebagai proses yang diarahkan kepada pencapaian tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman yang diciptakan guru.menurut Sudjana (1989:28) belajar juga merupakan proses melihat, mengamati dan memahami sesuatu. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku yaitu guru dan siswa. Prilaku guru adalah membelajarkan dan prilaku siswa adalah belajar. Prilaku pembelajaran tersebut terkait dengan bahan pembeajaran. Bahan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, nilai-nilai kesusilaan seni, norma agama, sikap dan keterampilan.hubungan antara guru, siswa, dan bahan ajar bersifat bersifat dinamis dan kompleks. Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran, terdapat beberapa komponen yang harus dikembangkan guru, yaitu tujuan, materi, strategi dan evaluasi pembelajaran. Masing-masing komponen tersebut saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lainnya.
Mengajar harus dikaitkan dengan makna belajar yang perlu menyentuh sejumlah prinsip belajar yang ada pada diri siswa. Oleh karena itu proses pembelajaran memerlukan perwujudan multi peran dari guru, yang tidak hanya menitik beratkan sebagai penyampai pengetahuan dan pengalih keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar tidak perlu diubah menjadi pembimbing, Pembina, pengajar dan pelatih, yang berarti membelajarkan anak didik. Guru perlu mewujudkan peran dan prilaku professional dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain seorang guru haruslah meningkatkan pola kemapanan dan rutinitas dalam proses pembelajaran, sebaliknya lebih mengarah pada pengembangan gagasan, ide dan prilaku yang kreatif.
Menurut Gege dan Berliner (1984), prinsip-prinsip belajar siswa yang dapat dipakai guru dalam meningkatkan kreatifitas belajar yang mungkin dapat digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajar, antara lain meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut.
·         Pemberian perhatian dan motivasi pada siswa
·         Mendorong dan memotivasi keaktifan pada siswa
·         Keterlibatan langsung siswa
·         Pemberian pengulangan
·         Pemberian tantangan
·         Upen balik dan penguatan
·         Memperhatikan perbedaan individual siswa
Dari ketujuh prinsip belajar diatas untuk lebih jelasnya diuraikan sebagai berikut.
a.       Perhatian dan motivasi siswa. Dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, seorang guru dituntut untuk dapat menimbulkan perhatian dan motivasi belajar siswa prinsip ini penting, karena dapat diimbangi dengan perhatian dan motivasi belajar yang tinggi dimiliki siswa, proses belajar murid cendrung mengarah pada hasil yang kurang memadai.
b.      Keaktifan. Memandang siswa merupakan makhluk aktif yang mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai keauan dan aspirasinya sendiri, siswa memiliki sifat aktif, konstruktif, dan mampu merencanakan sesuatu untuk mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya.
c.       Keterlibatan langsung. Dalam prinsip ini , seorang guru perlu mengupayakan agar siswa dapat terlibat langsung secara aktif dalam pembelajaran, baik individual maupun kelompok, dengan cara memecahkan masalah 9problem solvig0 maupun lainnya.
d.      Pengulangan. Menekankan pentingnya pengulangan untuk melatih berbagai daya yang ada pada diri siswa, yakini daya mengamati, menanggapi, mengingat, merasakan, berfikir, dan sebagainya.
e.       Tantangan. Prinsipnya guru perlu berupaya memberikan bahan belajar/materi pelajaran yang dapat menantang dan menimbulkan gairah belajar siswa.
f.       Balika dan penguatan. Siswa akan lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik yang akan merupakan balikan yang menyenangkan dan berpengaruh baik bagi usaha belajar selanjutnya. Melalui prinsip balikan dan penguatan harus diupayakan siswa belajar dengan sugguh-sungguh agar mendapatkan nilai yang baik dalam ulangan, dan nilai-nilai baik itu akan mendorong anak untuk belajar lebih giat lagi.
g.      Perbedaaan individual. Siswa harus dipandang sebagai individual yang unik dan berbeda satu sama lainnya. Perbedaan itu dengan sendirinya berpengaruh terhadap cara dan hasil belajar siswa, sehingga proses pembelajaran yang bersifat klasikal perlu memperhatikan perbedaan ini, antara lain dengan penggunaan metode atau strategi belajar mengajar yang bervariasi.
Ketujuh prinsip diatas berimplikasi kepada guru untuk memahami dan mengembangkan kreativitas pembelajarannya. Dengan mengadopsi pendapat tentang pentingnya pemahaman makna mengajar serta prinsip-prinsip belajar siswa, dikembangkan suatu bentuk model yang berupaya untuk meningkatkan perilakukreativitas pengajaran oleh guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar