Minggu, 11 Desember 2016

Obyek Filsafat



          Obyek dibedakan atas obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah apa yang dibicarakan, dipelajari, diselidiki, dibahas, dipandang, disoroti. Dengan kata lain, hal yang menjadi sasaran pemikiran (Gegegnstand). Atau menurut I.R.Poedjawijatna, obyek material adalah bahan atau lapangan penyelidikan. Sedangkan obyek formal adalah sudut pandang (angle atau point of view) dalam menyelidiki, membahas atau menyoroti sesuatu.
        Contoh, obyek material psikologi, antropologi dan sosiologi sama, yakni manusia, tetapi obyek formalnya berbeda. Psikologi menyoroti manusia dari segi kejiwaan, antropologi menyoroti manusia dari segi budaya, sedangkan sosiologi menyoroti dari segi interaksi dengan manusia lain. Jadi, yang membedakan ilmu yang satu dari ilmu lainnya adalah obyek formal.
          Obyek material filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Yang ada itu bisa dalam kenyataan, atau bisa pula hanya dalam pikiran.
          Obyek formal filsafat adalah mencari keterangan sedalam-dalamnya. Filsafat tidak menyelidiki benda dari segi susunannya saja, tapi totalitas benda itu. Filsafat menyoroti dari segi hakikat, inti terdalam. Ilmu-ilmu lain membatasi diri hanya pada pengalaman empiris, sebaliknya filsafat berusaha mencari keterangan tentang inti dan hakikat segala sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar